45+ Pantun Menyindir Musuh dan Orang Sombong

Pantun menyindir musuh mungkin juga terdengar lucu bagi Anda yang membuatnya sendiri. Bahkan pantun saat ini sudah menjadi ajang bagi banyak orang untuk mengungkapkan perasaan mereka kepada orang lain baik itu perasaan sedih, senang, kecewa, bahagia dan sebagainya.

Ada juga pantun menyindir musuh yang mungkin bisa Kamu rasakan ketika sedang merasa kesal, emosi dan tidak terima atas perlakuan mereka. Cara ini terbilang sangat unik dan sopan untuk menyindir mereka sehingga tidak akan membuat emosi dan amarah juga terpancing.

Pantun menyindir musuh ini bahkan bisa Kamu gunakan untuk mencairkan suasana. Jangan ragu apabila hendak menggunakannya sebagai cara yang unik dalam membuat suasana yang awalnya menjadi permusuhan menjadi baik-baik saja hanya karena pantun tersebut.

Contoh Pantun Menyindir Musuh

contoh pantun menyindir musuh
contoh pantun menyindir musuh

Berikut ini adalah contoh pantun menyindir musuh yang dapat Kamu gunakan untuk mengungkapkan ekspresi kekesalan terhadap mereka. Jangan bingung dan ragu jika ingin menyampaikan apa yang sedang dirasakan kepada siapapun.

Jadikan pantun sebagai media untuk menyampaikan apa yang sedang Kamu rasakan sekaljpun perasaan tersebut menyedihkan atau bahkan mengecewakan. Terlebih bagi musuh yang awalnya pernah membuat sakit hati.

1. Pohon kelapa tak ada ranting
Duannya dipotong memakai gunting
Untuk apa berdebat tak penting
Dengan orang yang berpikiran sinting.

2. Buah mangga dicampur duku
Tumbuk bersama dibuat jamu
Sudah jangan ganggu diriku
Muak dengan tingkah lakumu.

3. Penyu muncul tak pakai cangkang
Datang jauh mengejar udang
Untuk yang nusuk dari belakang
Kamu itu adalah pecundang.

4. Artis Korea memang tenar
Sering tampil di konser besar
Kalau memang merasa benar
Beri bukti, jangan koar-koar.

5. Tong kosong nyaring bunyinya
Omong kosong tiada buktinya.

6. Kuda binal diikat tali
Lo jual, gue beli..!

7. Datang hujan, bajunya lusuh
Kakak dipeluk sama pengasuh
Buat yang merasa jadi musuh
Jangan pengecut membuat rusuh.

8. Danau berbau terkesan anyir
Airnya ditaruh di dalam cangkir
Buat musuh yang suka nyinyir
Lebih baik kalian menyingkir.

9. Hewan marmut terlihat imut
Makan buah yang rasanya kecut
Ada musuh dalam selimut
Hanya mampu jadi pengecut.

10. Dalam gerbong ada penyelundup
Bagian wajahnya memakai penutup
Bila sombong menjalani hidup
Pasti kelak rejekinya redup.

11. Banyak kecebong di pinggir kota
Ada yang loncat ke dalam kereta
Jangan sombong memiliki harta
Bisa-bisa jatuh menderita.

12. Pohon jati di sebelah kiri
Daunnya jatuh dibawa petani
Teman sejati susah dicari
Teman palsu banyak di sini.

13. Banyak gajah di Pulau Bacan
Tidurnya tengadah himpit-himpitan
Gayanya gagah seperti macan
Rupanya hanya kucing penyakitan.

14. Ke Semarang sama masinis
Di perjalanan melihat gadis
Ada orang bibirnya manis
Tapi omongnya kelewat sadis.

15. Jalan di desa banyak belokan
Pergi ke sana naik angkutan
Percuma saja main keroyokan
Itu namanya tidak jantan.

16. Kereta kuda boleh disewa
Tapi jangan ke rawa-rawa
Jangan penah bersikap jumawa
Karena kelak bikin kecewa.

17. Ujung desa hutannya lebat
Jaraknya jauh menuju kota
Lama sudah kita bersahabat
Kenapa ada dusta di antara kita.

18. Kucing anggora bulunya lebat
Sangat suka memakan donat
Aku kira orang yang hebat
Tapi rupanya hanya penghianat.

19. Sudah besar baru disunat
Datang tentara membawa granat
Untuk seseorang yang berhianat
Semoga tidak mendapat laknat.

20. Naik kereta berjumpa masinis
Duduk bersama dengan pianis
Dari depan terlihat manis
Dari belakang ternyata sinis.

21. Melihat peta cari kordinat
Untuk membawa asam karbonat
Mengapa bisa jadi penghianat
Sebab tak bisa jaga amanat.

22. Ke hutan lebat petik pepaya
Nenek ke sana pakai kebaya
Ada seseorang paling dipercaya
Ternyata aslinya sejahat buaya.

23. Daun nangka bergoyang-goyang
Buahnya dipetik oleh Pak Tukang
Aku sangka teman tersayang
Ternyata menusuk dari belakang.

24. Melompat-lompat seekor kera
Sambil membawa sebuah bendera
Ngaku-ngakunya jadi saudara
Ternyata hanya berpura-pura.

25. Ada lumut di kayu jati
Kayunya dibuat sekotak peti
Lain di mulut, lain di hati
Jadi teman hanya menyakiti.

26. Toris datang berambut pirang
Sambil membawa sebilah parang
Buat musuh yang main curang
Sangat hebat dalam mengarang.

27. Jamu asam khasiatnya manjur
Ditambah dengan irisan kencur
Ku sangka dia insan yang jujur
Tapi ternyata membuat hancur.

28. Perahu berlayar ke laut Pasifik
Mambawa kamben dan kain lurik
Buat orang-orang yang munafik
Moga kesambet setan burik.

29. Selasa depan belajar matematik
Ditambah dengan belajar saintifik
Wajahnya tampan dan karismatik
Tapi ternyata orangnya munafik.

30. Malam menjelang, hujannya rintik
Pergi sebentar ke rumah Taufik
Memang wajahnya terlihat cantik
Tapi sayang, orangnya munafik.

31. Kaca pembesar tengahnya cekung
Lihat bayangan bentuknya lengkung
Berpura-pura untuk mendukung
Tapi di belakang main tikung.

32. Air kelapa ditambah binahong
Jadikan obat buat yang gondong
Barang siapa suka berbohong
Moga-moga dibawa grandong.

33. Ke Cianjur membaca komik
Dibaca pelan dengan berbisik
Hiduplah jujur, tak banyak gimik
Jangan sampai disebut munafik.

34. Pergi berburu ke desa Dukuh
Benda keramat jangan disentuh
Jika selalu bersikap angkuh
Cepat lambat pasti kan runtuh.

35. Kalung permata harganya mehong
Banyak dijual di atas gerbong
Untuk kamu yang suka bohong
Mulutnya besar dan agak sombong.

36. Bawa kendi ke atas gerbong
Kendi ditutup dengan serobong
Jangan menjadi orang sombong
Nanti hidupnya kaya kecebong.

37. Dagang bakso membawa rombong
Harum baunya minyak senyong-nyong
Ada orang ngomongnya sombong
Pasti mulutnya bertambah monyong.

38. Kalau bekerja janganlah bengong
Bisa keselek buah kedondong
Kalau bicaranya suka songong
Itulah tanda orang yang sombong.

39. Anak katak namanya kecebong
Suka tinggal di kolong-kolong
Punya uang janganlah sombong
Gunakan harta buat menolong.

40. Malam selasa bermain Dingdong
Esok paginya jadi pelancong
Sedang berkuasa, tak boleh sombong
Entar matinya menjadi pocong.

41. Bawah kereta ada kepompong
Kereta pedati rodanya bolong
Banyak harta janganlah sombong
Awas nanti ada yang nyolong.

42. Katak ditangkap sama si Cemong
Giginya hilang karena ompong
Banyak cakap, dan banyak omong
Itu pertanda orang yang sombong.

43. Ke kota Sorong bermain keroncong
Bermain pingpong membawa rencong
Banyak omong, dan banyak cincong
Orang sombong yang kayak bencong.

44. Jalan kaki nonton Jaipong
Simpan peti di gorong-gorong
Diberi rejeki malah sombong
Awas nanti dirampok garong.

45. Cari hiburan kosong melompong
Makan jajan dan kacang polong
Jadi jutawan janganlah sombong
Bisa-bisa kantongnya bolong.


Itulah tadi contoh pantun menyindir musuh yang dapat Kamu gunakan untuk mengungkapkan perasaan kesal, emosi dan tidak terima kepada siapapun yang mungkin sudah berbuat jahat kepada Kamu. Bahkan beberapa orang kerap kali menggunakan cara yang salah untuk menghadapi musuh mereka.

Jangan lakukan hal yang sama jika tidak ingin suasana dan hubungan dengan musuh justru bertambah runyam. Jadikan hal ini sebagai pelajaran dan jangan berhenti untuk berbuat kebaikan sekalipun mereka sudah berbuat jahat.

Cindy Amara

Cindy sangat menyukai kesenian terutama seni budaya dan seni sastra seperti sajak, syair, legenda daerah, pantun, dan puisi.

Leave a Comment